Blog














Rumus Menghitung Cargo

Cara menghitung cargo adalah dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang. Hasilnya dibagi dengan faktor konversi tertentu, tergantung jenis pengiriman. Rumus menghitung cargo Cargo darat dan laut: (p x l x t) / 4.000, Cargo udara: (p x l x t) / 6.000, Kubik: (p x l x t) / 1.000.000. Satuan hasil perhitungan Hasil perhitungan volume cargo dinyatakan dalam satuan kubik tertentu, seperti meter kubik (m³) atau sentimeter kubik (cm³). Tips menghitung cargo Perhatikan persyaratan dan kebijakan penyedia jasa pengiriman Gunakan perangkat lunak atau kalkulator volume untuk mempermudah perhitungan Konsultasikan dengan penyedia jasa pengiriman jika terdapat keraguan atau pertanyaan Mengapa menghitung volume cargo penting? Perhitungan volume cargo penting untuk memastikan bahwa biaya pengiriman mencerminkan ruang yang digunakan oleh barang. Selain itu, perhitungan volume cargo juga membantu perusahaan logistik merencanakan penggunaan ruang dalam kendaraan dan kontainer. 


Kenali Jenis-jenis Armada dan kapasitas masing-masing

1. Blind Van 

Kegunaan: Pengiriman barang ringan dan kecil, terutama dalam kota.

  • Kapasitas Muatan: ± 600–1.000 kg

  • Volume: ± 3–4 m³

  • Jumlah Palet: ± 1 palet

  • Dimensi Rata-rata Bak: ± 1,5 m (P) x 1,2 m (L) x 1,2 m (T)

  • Keunggulan: Bisa masuk ke jalan kecil dan area perumahan.


2. CDE (Colt Diesel Engkel) 

Kegunaan: Pengiriman barang menengah, biasanya untuk antar kota.

  • Kapasitas Muatan: ± 2.000 kg (2 ton)

  • Volume: ± 9–12 m³

  • Jumlah Palet: ± 2–4 palet

  • Dimensi Bak: ± 3–4 m (P) x 1,6 m (L) x 1,6 m (T)

  • Sumbu Roda: 2 roda belakang (single axle)


3. CDD (Colt Diesel Double) 

Kegunaan: Distribusi barang lebih besar dibanding CDE, cocok untuk antar kota.

  • Kapasitas Muatan: ± 4.000 kg (4 ton)

  • Volume: ± 15–20 m³

  • Jumlah Palet: ± 6–8 palet

  • Dimensi Bak: ± 4,2–5 m (P) x 2 m (L) x 2 m (T)

  • Sumbu Roda: 4 roda belakang (double axle)


4. Fuso  

Kegunaan: Pengangkutan barang menengah-besar jarak jauh atau antar provinsi.

  • Kapasitas Muatan: ± 5.000–7.000 kg (5–7 ton)

  • Volume: ± 25–30 m³

  • Jumlah Palet: ± 8–10 palet

  • Dimensi Bak: ± 5,5–6 m (P) x 2,2 m (L) x 2,2 m (T)


5. Wingbox 

Kegunaan: Barang palletized yang membutuhkan loading cepat dan efisien.

  • Kapasitas Muatan: ± 8.000–12.000 kg

  • Volume: ± 40–60 m³

  • Jumlah Palet: ± 10–12 palet

  • Dimensi Bak: ± 7,5–8 m (P) x 2,4 m (L) x 2,4 m (T)

  • Ciri Khas: Pintu samping bisa terbuka seperti sayap, mempermudah loading/unloading.


6. Container 20 ft

Kegunaan: Pengiriman ekspor/impor, cocok untuk barang padat dan berat.

  • Kapasitas Muatan: ± 21.000–24.000 kg

  • Volume: ± 33 m³

  • Jumlah Palet: ± 9–10 palet standar

  • Dimensi Internal: ± 5,9 m (P) x 2,35 m (L) x 2,39 m (T)

  • Digunakan Dengan: Trailer 20 ft


7. Container 40 ft

Kegunaan: Pengiriman barang besar atau dalam jumlah banyak (volume tinggi).

  • Kapasitas Muatan: ± 26.000–29.000 kg

  • Volume: ± 67 m³

  • Jumlah Palet: ± 20–21 palet standar

  • Dimensi Internal: ± 12,03 m (P) x 2,35 m (L) x 2,39 m (T)

  • Digunakan Dengan: Trailer 40 ft



-->